sambel uleg saklek

Sambel Uleg Saklek: Pencarian Sambal Enakmu Berakhir Disini

  • Rasa
  • Harga
  • Varian
  • Higienitas
5/5Overall Score

Bagi saya basic makan enak sehari-hari itu ada 2: nasi yang enak, dan sambal yang enak.

Kalau nasinya enak, dengan lauk yang sederhana makan sudah cukup nikmat. Kalau nasinya tidak enak, dimakan dengan lauk dan sayur yang enak sekalipun malah bisa mengurangi kelezatan lauk dan sayurnya.

Sedangkan sambal yang enak bisa mengangkat level kenikmatan makan. Apalagi kalau ketemu nasi yang enak, wah. Lauk kerupuk atau tempe/tahu saja sudah terasa enak, bahkan tanpa lauk sekalipun.

Saya sudah beberapa kali membeli sambal dari yang sachet hingga botolan. Sambal ya, bukan saus. Rata-rata tidak atau kurang enak, perpaduan rasanya kacau, tidak terasa sedapnya.

Lalu saya ketemu promosi Sambel Uleg Saklek di Facebook. Setelah saya terpapar promosi tersebut beberapa kali saya mencoba beli. Dan saya suka sambalnya.

Dari pengalaman saya sebagai konsumen dan informasi penjualnya, Sambel Uleg Saklek memiliki beberapa kelebihan:

Rasanya Sedap

Tidak sekedar enak banget, tapi juga sedap. Perpaduan bumbu dan rasanya pas: asinnya, manisnya, pedasnya, gurihnya.

Rasa tradisionalnya benar-benar terasa. Tidak seperti beberapa sambal yang pernah saya beli, rasanya ‘rasa pabrikan’.

Saya sebenarnya ingin bilang cita rasanya seperti sambal rumahan. Tapi tidak, ding, enaknya lebih dari itu. Saya belum pernah ketemu sambal rumahan yang seenak Sambel Uleg Saklek.

Dibuat dengan Teknik Memasak yang Serius

Sambalnya dibuat tidak dengan chopper atau blender. Tapi diulek beneran. Nguleknya pun tidak sembarangan, sedikit demi sedikit dan dengan gerakan pelan.

Kata Hengki, pemilik brand Sambal Uleg Saklek, agar ulekannya merata yang berpengaruh pada cita rasa sambal. Rasa gurih dan aroma atsiri tidak terbuang.

Juga agar bahan-bahan yang ‘rawan’ seperti terasi dan kemiri bisa tercampur halus dan rata. Kalau tidak, akan terasa menganggu saat dimakan. Seperti ada pasirnya.

Contoh lain adalah proses pembuatan varian sambal bawang teri yang termasuk paling rumit. Teri medan yang dipakai harus bersih dan pas ukurannya. Direndam air panas untuk mengurangi asin, lalu digoreng.

Tingkat kematangan teri harus benar-benar pas. Terlalu matang akan pahit, kurang matang akan alot. Kalau pas akan crunchy dan gurih berpadu dengan sambal bawang yang nikmat.

Teri yang sudah digoreng didiamkan lalu dicampur dengan sambal yang sudah dimasak tanak. Kemudian sambal teri didinginkan dengan waktu yang pas. Pendinginan yang terlalu lama akan menyebabkan teri melempem, kalau terlalu cepat mengurangi keawetan sambal.

Menggunakan Bahan-bahan Terbaik

Tidak sekedar menggunakan bahan-bahan yang bagus. Tapi dalam proses produksi setiap bahan diteliti, yang cacat dibuang.

Cabe ada kehitaman sedikit di ujungnya, dibuang. Bawang merah busuk sebagian, dibuang. Tidak pernah bagian yang cacat yang dibuang atau dipotong, lalu sisanya dipakai, tapi semuanya dibuang.

Karena akan mempengaruhi rasa dan keawetan. Karena keawetan ini penting untuk sambal yang tidak pakai pengawet. Keawetannya didapat dari pemilihan bahan yang betul-betul berkualitas.

Nyatanya Sambel Uleg Saklek saya alami sendiri bisa awet sampai 2 bulan di kulkas, tidak rusak. Kalau di freezer mungkin bisa lebih lama lagi.

Tidak berhenti sampai di situ. Saat proses produksi sambal yang keluar dari cobek ketika diulek harus dibuang. Tidak boleh dimasukkan lagi ke cobek.

Aman di Perut

Saya sudah mencoba varian yang bawang, bajak, dan sambal hijau. Yang paling pedas sambal bawang.

Tapi aman di perut. Setelah makan perut tidak perih, tidak mulas.

Karena masaknya bersih dan tanak, benar-benar matang. Sepengalaman saya cabe rawit kalau mentah atau setengah matang, berpotensi membuat perut mulas. Ketanakan ini juga berpengaruh pada keawetannya.

Awet Disimpan Lama

Sambel Uleg Saklek yang saya simpan di kulkas bisa awet sampai 2 bulan. Tapi ada syaratnya, kalau mau mengambil sambal harus pakai sendok baru yang bersih dan kering. Supaya sambal tidak terkontaminasi sehingga awet.

Saya belum coba, tapi mungkin kalau disimpan di freezer bisa tahan lebih dari 2 bulan. Tidak sempat simpan di freezer, karena saya beli paling hanya 2-4 botol. Dan cepat habis.

Kalau disimpan di luar kulkas bisa awet sampai semingguan. Sehingga cocok dibawa berkegiatan yang jauh dari rumah seperti haji, umrah, camping, dll.

Haji dan umrah enak tuh bawa sambalnya, karena kabarnya makanan di Timur Tengah hambar-hambar. Begitu sampai di hotel sambalnya ditaruh di kulkas.

Banyak Variannya

Varian Nusantara: sambal bawang, bajak, kemiri, jeruk limau, balado, cabe ijo.

Varian Maritim: sambal tongkol asap, terasi jambal, tuna asap, cakalang asap, ebi, bawang teri, baby cumi, roa.

Varian Kombinasi: sambal tongkol cabe ijo, tongkol balado, baby cumi cabe ijo, baby cumi balado.

Saking banyaknya kita jadi leluasa berpetualang rasa sepanjang tahun.

Belinya WA saja di 08994538246

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *